Senin, 15 Maret 2010

sungguh rinduku hanua PadaMu

selalu kutunggu Kau didepan pintu
sambil ku gantungkan ajaran-ajaran tentangMu
sambil ku sebutkan berbagai namaMu
agar tak lupa bahwa aku sedang merindukanMu
Penantianku semakin dekat seiring umur yang berjalan
di kesunyian dan kerinduanku mengembun
diujung rerumputan yang ku gelar bak permadani
dan dibimbangku selalu tersebut namaMu
hingga tanpa ku sadari Kau sudah mengetuk pintuku
jauh sebelum ku ada.....

-indie-

tertemukan arti

rinduku ada menggugah lamunan senja

saat kebersamaan itu


canda tawa itu


mewarnai birunya hari-hari



pandangilah rona merah pipimu


semburatnya mengundang isyarat


seperti mentari yang beralih ke belahan lain



andai saja mentari itu hatimu


sisi yang ada tak kan pernah henti


mencari dan menemukan arti yg sesungguhnya...


-indie-

Catatan Kahlil Gibran 2

Terlalu sering kau nyanyikan nama Tuhan, Yang Maha Kuasa namun sebenarnya kau tak pernah mendengar lagu sebenarnya. Lebih baik kau dengarkan kicau burung menyambut sinar pagi, dan gemerisik dedaunan gugur tertiup angin kencang. Pesanku lagi ingatlah ini : baru akan terdengar simfoni, tatkala daun gugur ke bumi.
Sekali lagi aku minta, jangan sembarangan membicarakan Tuhan, yang adalah segala, namun pupuklah saling mengerti antar kalian , tetangga dengan tetangga, pujaan dengan pujaan, teman dengan teman.
Sebab siapa yang akan menyuapi anak burung dalam sangkar, pabila sang induk terbang ke angkasa? Dan bunga anemon mana yang akan terbuahi, pabila tidak disantuni lebah dari anemon lain?
"Baru ketika tercekam dalam gua sempit, kau terpikir mencari langit yang kau sebut Tuhan. Tembus dulu tabir pribadi besarmu; jangan tinggal diam berpangku tangan, mulailah membabad hutan rasa dan pikiran!
Lebih bijaksana tak kita bicarakan Tuhan yang tak kita mengerti, lebih utama kita persoalkan perihal yang dapat kita pahami. Namun engkau tahu bahwa kitalah nafas dan wewangian Tuhan, Dia pun bersemayam dalam dedaunan, bunga-bungaan, dan buah-buahan.

Bangunlah dan coba hadapi


embun masih menetes

berkilau saat mentari

memberi hangat pada pagi

tak pernah terlewat tatapan mata

lepas memandangi kelebat indah

pesona pagi yang selalu menemani

waktu terus berjalan

tanyakan pada diri

brapa banyak impian yang tak tergapai

percayalah

setelah hari-hari buram

dan kelam serta malam...

-indie-

Rabu, 10 Maret 2010

k e m a n a l a g i . . . . . .

kenistaan kebohangan apa lagi yang akan muncul selama dunia masih bisa memutari matahari....

keculasan kedengkian meraja di hati kaum kaum teraniaya yang tak kunjung puas

menikmati seribu kata yang tak mampu menjawab kebenaran

meninggalkan yang seharusnya dibela dan dijunjung tinggi

kepintaran itu bukannya menopang hidup yang tertipu

menghunus ilmu hanya untuk muslihat yang munafik

tak ada lagi rasa malu tak ada lagi kebanggaan untuk tetap suci

pertanda hancur sudah alam yang penuh ujian bagi yang terjerebab

masghullah pada yang mungkin dan tak lagi memuja kejayaan

tersesak sudah kamar hanya tuk sekedar memohon

takkan ada lagi yang tersisa takkan ada kaki yang menginjak

semua akan melayang pada akhirnya dan apa yang kan kita perbuat

bila tak tersisa tempat untuk bersua....

terlambat dan sesal tak mampu lagi untuk membayar....

-indie-

Senin, 08 Maret 2010

K e b i m b a n g a n

engkau tawarkan laut

perahuku dalam layar


perlahan meninggalkan pantai


kemudian kau kirimkan angin


perahuku melaut kencang


angin membadai


aut dalam gelombangnya


dan perahuku terhuyung turun naik


tiang layar kutancapkan ke dada


jemari mulai bermain dalam arah angin


mataku mengedar dilengkung cakrawala


mencari dimana ujung untuk ditemukan..


-indie-

Minggu, 07 Maret 2010

S e j u k

Telaga mana hendak kau tuju

dinginkan hati di atas alur membentuk

uraikan persatu demi persatu berpulang

dari segala ingin

semusim bunga tertanam asa

badai berlalu dan tak goyah akannya

mengubur hasrat terpuaskan

dan akhir merangkai hari dengan wangi bunga

akhlak dan amalan

-indie-